Bunda, Yuk Kenali Jenis Kehamilan Ektopik!

Kehamilan ektopik dikenal juga dengan kehamilan di luar kandungan. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa sang ibu jika tidak ditindak secara cepat. Begitu juga dengan menyelamatkan bayi pada kehamilan ini, sehingga calon ibu disarankan untuk memahami hal-hal mengenai kehamilan di luar kandungan. Kehamilan seperti ini cukup sering terjadi. Setidaknya dari 100 ibu hamil, ada dua kemungkinan ibu hamil yang mengalami kondisi ini.

Mengapa Bisa Terjadi Kehamilan Ektopik?

Kehamilan ektopik terjadi karena sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim, tempat bayi akan berkembang. Pada kehamilan normal, sel telur akan segera berpindah ke rahim dari tiba fallopi setelah adanya proses pembuahan. Jika tidak berpindah, biasanya sel telur tetap menempel atau tumbuh di dalam tuba fallopi tersebut.

Beberapa kondisi langka kehamilan di luar kandungan tidak hanya terjadi di tuba fallopi. Ada beberapa kasus sel telur justru menempel di ovarium, rongga perut hingga serviks. Biasanya, kondisi kehamilan seperti ini terjadi pada umur kehamilan yang masih muda yaitu pada beberapa minggu pertama masa kehamilan.

Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik

Sama seperti kehamilan normal, kelainan kehamilan ini juga memiliki tanda-tanda. Meskipun pada dasarnya hampir sama dengan kehamilan normal, namun ada beberapa tanda yang perlu dicermati. Diantaranya adalah:

  • Nyeri pada panggul

Yang membedakan kehamilan ektopik berbeda dari kehamilan normal adalah nyeri panggul yang luar biasa. Jika merasakan gejala ini pada awal kehamilan, segera periksa untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat.

  • Pendarahan

Pendarahan juga mungkin terjadi karena jaringan tuba fallopi yang rusak. Jika tidak dilakukan tindakan, tuba fallopi bisa pecah. Kedua gejala di atas bisa sangat menyiksa dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. segera kunjungi petugas medis bila terjadi hal-hal seperti tersebut di atas. Meskipun begitu, ada beberapa kasus kehamilan ektopik yang tidak menunjukkan gejala seperti yang sudah disebutkan.

  • Mual dan muntah

Mual dan muntah memang menjadi hal yang lumrah terjadi pada ibu hamil. Namun jika mual dan muntah berlebihan, perlu diwaspadai karena bisa mengindikasikan kehamilan di luar kandungan.

  • Nyeri pada bagian tubuh tertentu

Gejala lainnya adalah nyeri pada bagian tubuh tertentu. Biasanya, nyeri terjadi pada perut bagian bawah, leher, pundak atau pada satu sisi tubuh lainnya.

  • Gejala lainnya

Gejala-gejala lain yang mungkin timbul meliputi kram perut, pusing dan tubuh merasa lemah. Meskipun tidak sering terjadi, pingsan bisa menandai adanya kehamilan di luar rahim.

Penyebab Kehamilan Ektopik

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kelainan kehamilan ini. Diantaranya adalah adanya infeksi pada tuba fallopi, kerusakan organ reproduksi, memiliki endometriosis serta pernah melakukan operasi sebelumnya. Kerusakan tuba fallopi sendiri bisa disebabkan oleh faktor genetik maupun ketidakseimbangan hormon.

Jika sudah mengetahui kehamilan dan mengalami gejala-gejala di atas, segera kunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan. USG khusus akan dilakukan untuk pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kehamilan ektopik, maka akan dilakukan tindakan medis yang tepat.

Related Posts

About The Author