Penyebab dan Cara Mengatasi Manajemen Konflik

Penyebab dan Cara Mengatasi Manajemen Konflik

Pada umumnya, manajemen konflik diartikan sebagai suatu proses aksi dan reaksi yang dilakukan oleh para pelaku konflik ataupun pihak ketiga dengan rasional dan seimbang. Hal ini dilakukan dalam rangka pengendalian situasi serta kondisi perselisihan yang terjadi. Conflict management ini juga dianggap sebagai suatu pendekatan yang berorientasi dalam proses mengarahkan dengan bentuk komunikasi dari para pelaku konflik serta pihak ketiga. Hal ini juga termasuk bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan serta interpretasi.

Penyebab Konflik

Adanya konflik tentu saja dilatarbelakangi oleh penyebab. Adapun beberapa penyebab konflik ialah sebagai berikut.

Faktor Manusia

Penyebab konflik yang pertama ialah dikarenakan faktor manusia. Pada umumnya, konflik ditimbulkan oleh atasan, khususnya karena gaya kepemimpinannya. Personil yang mempertahankan aturan-aturan secara kaku. Selain itu, konflik timbul karena ciri-ciri kepribadian individual seperti sikap egoistis, fanatik, temperamental, dan otoriter.

Faktor Organisasi

Selain faktor manusia, konflik juga disebabkan oleh faktor organisasi. Pada umumnya, konflik terjadi karena adanya persaingan dalam menggunakan sumber daya. Jika sumber daya (uang, material, maupun sarana lainnya) terbatas ataupun dibatasi, maka bisa timbul persaingan dalam hal penggunaannya. Hal ini tentu saja menimbulkan potensi terjadinya konflik antar unit atau departemen dalam suatu organisasi.

Selain itu, konflik yang dilatarbelakangi oleh faktor organisasi juga bisa disebabkan oleh perbedaan tujuan antar unit organisasi, interdependensi tugas, perbedaan nilai dan persepsi, kekaburan yurisdiksional, masalah status, hingga hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi itu sendiri meliputi dalam perencanaan, pengawasan, koordinasi, dan bahkan kepemimpinan. Hal ini tentu saja bisa menimbulkan konflik antar unit atau departemen.

Cara Mengatasi Konflik

Saat konflik terjadi, anda harus segera mengatasinya supaya konflik tidak berlarut-larut dan cepat selesai. Ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi konflik. Adapun salah satu cara mengatasi konflik ini dikemukakan oleh Stevenin (2000, pp.134-135). Menurut Stevenin, ada 5 strategi mengatasi konflik supaya tercapai kedamaian. Berikut ulasannya.

Pengenalan

Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi serta bagaimana kondisi yang seharusnya. Satu-satunya hal yang menjadi perangkap ialah kesalahan dalam mendeteksi (tidak peduli masalah atau beranggapan bahwa ada masalah padahal nyatanya tidak ada).

Diagnosis

Diagnosis adalah langkah yang paling penting dalam menyelesaikan setiap konflik, baik itu konflik yang disebabkan oleh faktor manusia ataupun organisasi. Metode yang benar serta sudah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, serta bagaimana berhasil secara sempurna. Pusatkan perhatian di masalah utama serta bukan pada hal-hal sepele.

Sepakati Suatu Solusi

Anda kumpulkan masukan tentang solusi atau jalan keluar yang memungkinkan dari siapapun yang terlibat di dalamnya. Setelah itu, anda saring penyelesaian yang tidak bisa diterapkan ataupun tidak praktis. Jangan sekali-kali anda menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Alangkah baiknya anda mencari yang terbaik.

Pelaksanaan

Pelaksanaan adalah cara mengatasi konflik yang tidak boleh anda lewatkan. Hal ini dikarenakan teori saja tidak akan menyelesaikan masalah. Dibutuhkan pelaksanaan untuk bisa menyelesaikan konflik tersebut. Hanya saja, perlu untuk anda ingat bahwa akan selalu ada keuntungan serta kerugian. Maka dari itu, berhati-hatilah. Jangan anda biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan serta arah kelompok.

Evaluasi

Strategi manajemen konflik selanjutnya ialah evaluasi. Penyelesaian itu sendiri bisa melahirkan serangkaian masalah baru. Maka dari itu, apabila penyelesaiannya terlihat tidak akan berhasil, anda kembali saja ke langkah-langkah sebelumnya. Setelah itu, anda coba lagi.

Related Posts

About The Author

Add Comment