Perhatikan! Perkembagan Janin Usia Satu Bulan

Perkembangan janin harus selalu dipantau oleh ibu kepada petugas kesehatan yang terkait. Dengan rutin memeriksakan dan mengontrolkan kehamilan, ibu akan mengetahui kondisi dan kesehatan janin yang dikandungnya maupun kondisi ibu sendiri. Oleh karena itu, apabila terdapat ketidaksehatan dari ibu maupun anak akan segera dapat diatasi.

Berikut beberapa hal terkait dengan perkembangan janin pada usia satu bulan (empat minggu pertama):

Perhatikan! Perkembagan Janin Usia Satu Bulan

Perkembangan Janin Minggu Pertama

Perhitungan kehamilan seorang ibu dimulai pada minggu pertama ini. Akan tetapi, belum ada suatu tanda pun yang nampak dalam rahim bunda. Hal ini dikarenakan sangat sulit untuk mengetahui kapan sel sperma membuahi sel telur (fertilisasi). Sebab, sel sperma kemungkinan masih bisa berkeliaran di dalam saluran reproduksi seorang wanita dan tidak langsung sampai kepada sel telur ketika melakukan hubungan seksual.

Hal yang mudah dipastikan pada minggu pertama kehamilan ini adalah hari pertama menstruasi seorang wanita berakhir. Hari pertama inilah yang dijadikan dokter atau bidan sebagai garis starat menghitung 40 minggu kehamilan.

Minggu Kedua

Pada usia minggu kedua kehamilan ibu, rahim ibu juga masih belum ada apa-apa. Pada minggu ini, tubuh ibu akan terus bekerja untuk mempersiapkan proses pelepasan sel telur. Dinding rahim akan semakin menebal sebagai tempat implantasi atau penanaman sel telur yang telah dibuahi. Folikel-folikel ovarium juga akan mengalami pematangan di mana salah satu folikel akan matang lebih cepat dan mendominasi, sehingga akhirnya berperan dalam pelepasan sel telur.

Sel telur yang berhasil lepas kemudian akan dibawa melalui tuba falopi dan mencari sel sperma yang nantinya akan membuahi sel telur tersebut.

Minggu Ketiga

Pada minggu ini, sel telur telah berhasil dibuahi oleh sel sperma dan berubah menjadi zigot. Selanjutnya, zigot akan terus berkembang dengan membelah diri dan terus membelah diri menjadi sejumlah sel. Zigot akan terus mengalami pembelahan menjadi blastosis. Blastosis kemudian akan dibawa menuju serviks atau rahim ibu untuk ditanamkan dan tumbuh berkembang menjadi janin.

Perkembangan Janin Minggu Keempat

Pada usia kehamilan ini, bola sel atau blastosis akan menempel pada rahim dan tertanam dalam rahim ibu. Dalam rahim ini, embrio akan terhubung dengan ibu, tumbuh dan berkembang dari tubuh ibu, hingga proses kelahirannya terjadi.

Setelah proses penanaman terjadi, bola sel tersebut akan kembali mengalami pembelahan menjadi dua bagian. Satu bagian akan berkembang menjadi janin, sedangkan satu bagian yang lainnya akan berkembang menjadi plasenta yang menghubungkan janin dengan ibu. Plasenta inilah yang menjadi jalur pasokan oksigen dan nutrisi dari tubuh ibu kepada sang janin.

Selanjutnya, pada usia kehamilan ini, bola sel yang sudah berjuang tumbuh dan berkembang akan membentuk kantung amnion atau kantung ketuban. Kantung kuning telur yang nantinya akan bergabung menjadi saluran pencernaan bayi juga telah terbentuk.

Embrio juga semakin berkembang dan mengalami pembelahan untuk membentuk tiga lapisan utama (diferensiasi). Salah satu dari tiga lapisan utama ini yaitu endodermis yang akan berkembang menjadi sistem pencernaan, hati, dan paru-paru.

Selain itu, lapisan tengah disebut dengan mesodermis, yang nantinya akan berkembang menjadi jantung, organ kelamin, tulang, otot, dan ginjal. Sedangkan lapisan terluar disebut dengan ektodermis, yang nantinya akan berkembang membentuk sistem sarag, kulit, mata, dan rambut.

Demikian beberapa tahapan perkembangan janin pada usia kehamilan satu bulan. Semoga bermanfaat.

Related Posts

About The Author

Add Comment