Tips Aman Melakukan Senam Hamil

Melakukan aktivitas fisik secara teratur memiliki manfaat kesehatan selama kehamilan dan juga membantu mempersiapkan tubuh untuk melahirkan. Namun, penting untuk memodifikasi atau memilih program olahraga yang cocok karena kehamilan memengaruhi respons tubuh untuk berolahraga.

Konsultasikan dengan dokter, fisioterapis atau profesional kesehatan untuk memastikan rutinitas olahraga tidak berbahaya bagi Anda atau bayi Anda. Jika kehamilannya rumit (seperti hamil lebih dari satu bayi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, pre-eklampsia, atau risiko kelahiran prematur) yang terbaik adalah berbicara dengan dokter.

Jangan lelahkan diri Anda sendiri – program latihan ringan hingga sedang harus menjadi tujuannya. Anda mungkin harus mengurangi kegiatan senam hamil saat kehamilan Anda berlanjut atau jika tim bersalin Anda menganjurkan Anda. Jika ragu, berkonsultasilah dengan tim bersalin Anda. Sebagai aturan umum, level ringan hingga sedang harus memungkinkan Anda untuk bercakap-cakap saat berolahraga saat hamil. Jika Anda menjadi terengah-engah saat berbicara, maka Anda mungkin berolahraga terlalu keras.

Jika Anda tidak aktif sebelum hamil, jangan tiba-tiba melakukan olahraga berat. Jika Anda memulai program latihan aerobik, beri tahu instruktur bahwa Anda hamil. Tingkatkan ini secara bertahap hingga 5 sesi 30 menit seminggu. Ingatlah bahwa olahraga tidak harus berat untuk bisa bermanfaat.

Tips Senam Hamil yang Aman Dilakukan

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan kegiatan olahraga atau senam hamil, diantaranya seperti:

  • Selalu pemanasan sebelum berolahraga, dan dinginkan setelahnya.
  • Cobalah untuk tetap aktif setiap hari; Berjalan kaki 30 menit setiap hari sudah cukup, tetapi jika Anda tidak bisa mengatasinya, jumlah apa pun lebih baik daripada tidak sama sekali. Jika Anda belum aktif atau kelebihan berat badan, mulailah dengan penyebaran 3-4 hari sepanjang minggu.
  • Hindari olahraga berat di cuaca panas atau lembab.
  • Minumlah banyak air dan cairan lain.
  • Jika Anda pergi ke kelas olahraga, pastikan guru Anda memenuhi syarat dengan benar, dan tahu bahwa Anda hamil dan berapa minggu Anda hamil.
  • Anda mungkin ingin mencoba berenang karena air akan mendukung peningkatan berat badan Anda. Beberapa kolam renang lokal menyediakan kelas aquanatal dengan instruktur yang berkualifikasi.
  • Berjalan adalah latihan yang bagus – itu adalah aktivitas aerobik yang moderat tetapi akan memiliki tekanan minimal pada sendi Anda. Pilihan bagus lainnya adalah berenang, aerobik berdampak rendah, dan bersepeda dengan sepeda statis.

Jenis Latihan yang Harus Dihindari

Ada beberapa hal yang harus Anda hindari selama kehamilan ketika Anda melakukan olahraga atau senam hamil, diantaranya seperti:

  • Jangan berbaring telentang, terutama setelah 16 minggu kehamilan, karena berat benjolan Anda menekan pembuluh darah besar dan dapat membuat Anda merasa pingsan dan mengurangi aliran darah ke bayi Anda.
  • Jangan ambil bagian dalam olahraga kontak yang berisiko terkena pukulan, seperti kickboxing, judo, squash, tenis, sepak bola, atau rugby.
  • Jangan ambil bagian dalam menunggang kuda, bermain ski menuruni bukit, hoki es, senam, dan bersepeda, karena ada risiko jatuh.
  • Jangan melakukan scuba-diving, karena bayi tidak memiliki perlindungan terhadap penyakit dekompresi dan emboli gas (gelembung gas dalam aliran darah).
  • Jangan berolahraga di ketinggian lebih dari 2.500 m di atas permukaan laut sampai Anda melakukan aklimatisasi. Ini karena Anda dan bayi Anda berisiko penyakit ketinggian (penurunan oksigen).
  • Jangan berolahraga di tempat yang terlalu panas. Suhu tubuh Anda sedikit lebih tinggi ketika Anda hamil. Olahraga intensif dapat menyebabkan suhu inti Anda naik ke tingkat yang tidak aman untuk bayi Anda. Batasi olahraga Anda sampai intensitas sedang, minum banyak air, pakai pakaian ringan dan hanya berolahraga di tempat yang sejuk dan berventilasi baik (tidak ada spa atau sauna).

Related Posts

About The Author

Add Comment